PERKEBUNAN

POTENSI  PERKEBUNAN KABUPATEN LUWU TIMUR
 
Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu sentra perkebunan rakyat yang terbesar di Propinsi Sulawesi Selatan yang menjadi primadona unggulan daerah dalam rangka penopang perekonomian masyarakat. Para ahli memprediksi bahwa sektor perkebunan masih mempunyai prospek yang cukup menjanjikan paling tidak 20 s.d 30 tahun mendatang, sebagai gambaran ketika terjadi krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997 – 1998 sektor perkebunan justru memberi konstribusi terbesar bagi pendapatan masyarakat. Hal yang sama telah terbukti dengan perkembangan sektor perkebunan sawit, kakao dan lada.

Kelapa Sawit :

Produksi perkebunan sawit di Kabupaten Luwu Timur tersebar secara luas di Kecamatan Burau, Wotu, Tomoni, Mangkutana, Angkona dan Malili yang pada Tahun 2016 mencatatkan hasil produksi sebanyak + 242.702,07 Ton dengan rata-rata hasil mencapai 40,93 Ton/Ha. Perkebunan sawit terdiri atas perkebunan rakyat/plasma dan perkebunan inti dimana perkebunan rakyat dengan hasil produksi 139.672 Ton dengan rata-rata 22,43 ton/ha sedangkan produksi perkebunan inti milik PTPN XIV mencapai 103.030,07 Ton dengan rata-rata 18,50 ton/ha. Di Kabupaten Luwu Timur hanya terdapat 2 (dua) pabrik pengolahan sawit yaitu PTPN XIV Burau dan PT.Bumi Maju Sawit (BMS) Tawakua sehingga kapasitas produksi tidak sebanding dengan pabrik pengolahan yang ada.

perkebunan-1

Kakao :

Konsentrasi perkebunan kakao tersebar di Kecamatan Burau, Wotu, Tomoni, Mangkutana, Kalaena, Angkona, Malili dan Wasuponda dengan jumlah produksi Tahun 2016 mencapai +12.250,40 Ton dengan rata-rata 0,83 ton/ha. Tanaman kakao merupakan salah satu tanaman perkebunan unggulan di Kabupaten Luwu Timur yang dapat meningkatkan taraf hidup petani dengan menerapkan mekanisme dan teknologi budidaya tanaman kakao secara terpadu baik melalui kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi.

perkebunan-2

Lada :
Lada merupakan komoditas unggulan perkebunan dalam rangka peningkatan pendapatan bagi sebagian besar petani yang berada di Kecamatan Malili, Wasuponda, Nuha, Towuti dan sebagian kecil di kecamatan lainnya. Total produksi lada Luwu Timur pada Tahun 2014 mencapai +3.150 ton atau 61,9% dengan luas lahan 4.901 Ha (37,5%) dari total luas kebun lada Sulawesi Selatan, data tersebut menempatkan Luwu Timur sebagai daerah penghasil lada terbesar di Sulawesi Selatan sehingga menjadi perhatian para eksportir berkunjung ke daerah ini. Lada atau lebih popular disebut merica atau sahang termasuk golongan komoditi rempah yang diekspor setelah kayu manis dan pala. Seiring perjalanan waktu pada Tahun 2016 total produksi lada telah mencapai + 3.818,88 ton dengan rata-rata 1,45 ton/ha.

perkebunan-3

perkebunan-4

 

Tujuan penyajian data ini sebagai :

1. Menyajikan data dan informasi potensi perkebunan Kabupaten Luwu Timur
2. Sebagai bahan referensi bagi investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Luwu Timur pada sektor perkebunan
3. Sebagai tolok ukur pencapaian kinerja pembangunan pertanian secara luas sebagai bahan evaluasi dan penyusunan perencanaan pembangunan pertanian di masa mendatang.

Prospek Investasi di Luwu Timur :

1. Pengembangan teknologi budidaya lada serta pengolahan dan pemasarannya.
2. Pembangunan pabrik pengolahan kakao dan teknologi pengemasannya.
3. Pembangunan pabrik pengolahan sawit dalam rangka peningkatan kualitas CPO dan penyeimbang harga TBS Sawit di Kabupaten Luwu Timur.