Morowali Gagas Sisiter City

Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma dan Bupati Morowali, Anwar Hafid menyepakati konsep penggandengan dua kabupaten yang bertetangga tersebut menjadi kota kembar atau Sister City. Pernyataan tersebut diungkapkan kedua kepala daerah ini saat bertemu di Bungku, Sulawesi Tengah pada acara Hut ke-14 Kabupaten Morowali, Kamis (05/12).

Bupati Morowali,Anwar Hafid memaparkan gagasan ini karena melihat kondisi geografis dan demografi Luwu Timur yang hampir sama dengan daerah Morowali. “ Salah satu alasan menggulirkan ide ini adalah konsep tata ruang kabupaten Luwu Timur yang sangat baik dan perlu kami adopsi, seperti penempatan pusat perkantoran dan pemerintahan di kawasan Puncak Indah Malili,” sebut Anwar mencontohkan. Selain itu, menurut Anwar, kedua daerah perbatasan memiliki potensi daerah seperti areal Pertambangan, khususnya Nikel yang dikelola PT.Vale Indonesia. “PT. Vale juga mempunyai areal konsesi di Morowali, begitupun di Luwu Timur, tentunya kesamaan ini akan mendorong terciptanya regulasi yang mengarah pada Pertambangan yang ramah lingkungan bagi kedua daerah,” tambahnya.

Anwar Mengakui, walaupun Luwu Timur baru berusia 10 tahun, namun perkembangan pembangunan di daerah yang berjuluk Bumi Batara Guru lebih pesat dibanding Kabupaten Morowali, sehingga dirinya tidak segan-segan untuk berguru dan menimba ilmu di Luwu Timur. sementara itu, Bupati Luwu Timur, Hatta Marakarma mengaku sangat tertarik dengan gagasan yang dilontarkan Bupati Morowali.

Menurut Hatta, dalam waktu dekat dirinya akan mengutus kepala Bappeda untuk mengajukan konsep pengembangan di berbagai bidang, khususnya terkait potensi alam kedua daerah yang perlu segera dikerjasamakan. “ Banyak hal yang sangat mendesak untuk dilakukan kerjasama yang saling menguntungkan antara Morowali dan Luwu Timur, seperti konsep ekonomi kerakyatan, sektor pertanian dan pengembangan Sumber Daya Manusia kedua daerah,” jelas Hatta.

Bupati yang juga ketua DPD Golkar Lutim ini menjelaskan, agar akses perdagangan kedua daerah ini berjalan lancar maka dirinya telah memfokuskan peningkatan dan pelebaran badan jalan yang menghubungkan Luwu Timur dan Morowali dalam tiga tahun terakhir. Hanya saja Hatta mengeluhkan pemabnguan lokasi jalan di tapal batas yang selama ini terkendala kawasan hutan. “Ke depan kami akan mengusulkan untuk melakukan pelepasan kawasan atau semacam pinjam pakai untuk meningkatkan kualitas jalan yang menguhubungkan Luwu Timur dan Morowali sehingga akses kedua daerah dapat bejalan lancar,” janji Hatta. (aco).