Profil Kecamatan Mangkutana

PROFIL KECAMATAN MANGKUTANA


Peta-Kec.Mangkutana

 

    1. KEADAAN GEOGRAFIS

      Kecamatan Mangkutana merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur. Kecamatan Mangkutana berada pada posisi 2 07’ 30” - 228’ 30”Lintang Selatan dan 12031’30” - 12052’ 30” Bujur Timur dengan Luas Wilayah 1.300,96 km2.Kecamatan yang terletak di sebelah Barat ibu Kota Kabupaten Luwu Timur ini berbatasan langsung dengan Propinsi Sulawesi Tengah di sebelah Utara, Kecamatan Wasuponda danKalaena di sebelah Timur, Kecamatan Tomoni dan Tomoni Timur di sebelah Selatan,dan di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan Mangkutana terdiri dari 11 Desa yang seluruhnya berstatus Desa Definitif yaitu: Desa Balaikembang, Manggala, Wonorejo, Maleku, Panca Karsa, Margolembo, Kasintuwu, Teromu, Wonorejo Timur, Sindu Agung dan Koroncia. Desa yang memiliki wilayah terluas di kecamatan ini adalah Desa Kasintuwu dengan luas 679.48 km2, sedangkan desa dengan wilayah terkecil adalah Desa Wonorejo Timur dengan luas wilayah 6,10 km2. Wilayah kecamatan Mangkutana merupakan wilayah bukan pantai dengan topografi dataran dan hanya Desa Kasintuwu dan Margolembo yang topografinya berbukit - bukit. Ada tiga sungai yang melintasi kecamatan  ini yaitu Sungai Waelanti yang melintas di Desa Kasintuwu, Sungai Kalaena  melintas di Desa Teromu dan Morgolembo, dan Sungai Tomoni yang melintasi Desa Balaikembang, Wonorejo,Maleku dan Manggala.

    2. PENDUDUK

      Jumlah penduduk Kecamatan Mangkutana pada tahun 2016 adalah 21.958 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 17 orang per kilometer persegi. Desa yang terpadat penduduknya adalah Desa Wonorejo Timur dengan kepadatan 371 orang per kilometer persegi, sedang paling rendah adalah Desa

      Kasintuwu dengan kepadatan 5 orang perkilometer persegi. Penduduk Kecamatan Mangkutana terbagi dalam 5.832 rumah tangga dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga sebanyak 4 jiwa.

      Jumlah penduduk laki-laki di Kecamatan Mangkutana hampir sama dengan jumlah penduduk perempuannya. Dengan rasio jenis kelamin sebesar 102 yang artinya dari 100 wanita terdapat juga sekitar 102 laki-laki. Laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Mangkutana dari tahun 2015-2016 sebesar 0,01 % artinya pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan dari tahun 2015.

    3. SOSIAL

      1. PENDIDIKAN

        Fasilitas pendidikan di Kecamatan Mangkutana sudah tersedia sampai jenjang SMA. Jumlah TK di Kecamatan Mangkutana sebanyak 15 sekolah, sedangkan jumlah SD dan SLTP masing – masing 15 dan 5 sekolah. Sementara itu, SLTA sebanyak 4 sekolah. Selain itu ada juga SLB 1 sekolah.

        Angka Rasio Murid - Guru merupakan angka yang dapat memberikan gambaran rata - rata banyaknya murid yang diajar oleh seorang guru . Angka rasio ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat efektifitas guru dalam proses belajar mengajar. Pada tahun 2016 rasio murid guru SD dan sederajat sebesar 12 murid setiap guru. Rasio murid guru SLTP dan sederajat 11 murid setiap guru pada tahun 2016, sedangkan untuk jenjang pendidikan SLTA dan sederajat 12 murid setiap guru,sedangkan untuk jenjang pendidikan SLB 12 murid setiap guru pada tahun 2016.

        Pada tahun 2016 jumlah lulusan siswa SD Negeri & Swasta mencapai 443 siswa, yang terdiri dari 221 siswa laki – laki dan 222 siswa perempuan. Sedangkan untuk tingkat SLTP Negeri & Swasta jumlah lulusan siswa mencapai 416 siswa yang terdiri dari 210 siswa laki – laki dan 239 siswa perempuan. Tingkat SLTA Negeri & Swasta jumlah lulusan mencapai 462 siswa, yang terdiri dari 223 siswa laki – laki dan 239 siswa perempuan.

      2. KESEHATAN

        Fasilitas Kesehatan yang ada di Kecamatan Mangkutana meliputi 7 buah puskesmas/pustu, 26 posyandu, 3 tempat praktek dokter, 1 Tempat pratek bidan dengan didukung tenaga kesehatan 3 orang dokter umum, 2 dokter gigi, 19 bidan, 21 perawat.

        Jumlah pengunjung puskesmas pada tahun 2016 mencapai 29.566 orang yang dibagi dalam 3 kategori yaitu umum sebanyak 14.790 orang, JPS-BK 9.950 orang, dan Askes sebanyak 4.826 orang. Jumlah pengunjung puskesmas terbanyak terjadi pada bulan Maret dengan jumlah pengunjung sebanyak 3.136 pengunjung. Sedangkan jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh pasien adalah Demam dengan jumlah pasien 4.017 orang, disusul penyakit ISPA 3.574 pasien, penyakit batuk 2.049 pasien, Sakit Kepala 2.017 pasien, penyakit sakit Gastritis 1.921 pasien, Dermatitis 1.395 pasien, penyakit pulpa dan jaringan perapikal 1.357 pasien, Hipertensi 1.308 pasien, atrotis 693 pasien.danpenyakit diare 435 pasien.

        Pada Tahun 2016 banyaknya kelahiran anak lahir hidup di Kecamatan Mangkutana sebanyak 405 balita.Desa Kasintuwu merupakan desa terbanyak jumlah balita lahir hidup sebanyak 55 bayi.

        Berdasarkan pendataan petugas KB-KS Kecamatan Mangkutana, jumlah keluarga pra-sejahtera di Kecamatan Mangkutana tahun 2016 mencapai 1.774 keluarga. Sementara jumlah keluarga sejahtera I sebanyak 1.172 keluarga, keluarga sejahtera II 1.296 keluarga, keluarga sejahtera III 1.285 keluarga dan keluarga sejahtera III plus 141 keluarga.

        Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kecamatan Mangkutana pada Tahun 2016 sebanyak 3.605 pasangan. Banyaknya Akseptor aktif KB di Kecamatan Mangkutana pada tahun 2016 sebanyak 2.838 Akseptor. Desa Kasintuwu merupakan desa dengan jumlah Akseptor aktif KB terbanyak yaitu 398 Akseptor. Desa Koroncia merupakan desa dengan jumlah akseptor aktif KB terendah yaitu 88 Akseptor. Berdasarkan jenis alat kontrasepsi yang digunakan, Pil 893 pengguna, Suntik 780 pengguna, Implant 775 pengguna, IUD 222 pengguna, kondom 70 pengguna, dan MOW/MOP 99 pengguna.

      3. PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN

        Pada tahun 2016 di Kecamatan Mangkutana terdapat 5.502 bangunan rumah yang terdiri dari 1.719 diantaranya berupa bangunan permanen, 852 bangunan semipermanen, dan sisanya 2.385 bangunan non permanen. Sumber air minum di Kecamatan Mangkutana hampir semuanya menggunakan sumur. Sedangkan untuk memasak sebagian besar menggunakan gas.

      4. AGAMA
        Ragam fasilitas/tempat ibadah di Kecamatan Mangkutana meliputi Masjid, Musholla,dan Gereja. Tahun 2016 tercatat sebanyak 23 buah Masjid, 19 buah Musholla/Langgar, dan Gereja sebanyak 65 buah.

    4. PERTANIAN
      1. PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

        Pada tahun 2016, luas lahan sawah di Kecamatan Mangkutana seluas 2.248 Hektar dimana keseluruhannya menggunakan Irigasi Teknis. Pada Tahun 2016 jenis tanaman pangan yang diproduksi di Kecamatan Mangkutana meliputi tanaman padi dan Jagung. Total Produksi Padi Tahun 2016 sebesar 16.415 ton dari luas panen 2.345 hektar. Kecamatan Mangkutana merupakan salah satu kecamatan yang menjadi Produsen tanaman Hortikultura di Kabupaten Luwu Timur. Jenis tanaman Hortikultura yang diproduksi di Kecamatan Mangkutana pada tahun 2016 meliputi tanaman Cabe, Yomat, Kacang panjang, Kangkung, Sawi, Bayam dan Terong. Produksi terbanyak adalah tanaman Kangkung yang mencapai 65 ton dari luas panen 23 Hektar. Buah-buahan yang diproduksi di Kecamatan Mangkutana pada tahun 2015 meliputi buah Durian, Jeruk, Pisang, Pepaya, Nanas, Rambutan dan Mangga. Produksi terbesar merupakan buah Pisang yaitu 13.500 ton. Jenis tanaman perkebunan di Kecamatan Mangkutana antara lain Kelapa, Kelapa Sawit, Lada dan Kakao, Produksi terbesar adalah tanaman Kelapa sawit (9.141.000 ton).
      2. PETERNAKAN

        Sapi potong merupakan ternak besar terbanyak yang terdapat di Kecamatan Mangkutana, sebanyak 2.212 ekor, sedangkan Kerbau hanya 53 ekor. Sementara itu, ternak kecil yang paling banyak adalah ternak Kambing
        2.331 ekor, kemudian Babi sebanyak 3.242 ekor. Populasi Unggas terbanyak yang ada di Kecamatan Mangkutana adalah Ayam Petelur dengan jumlah 46.041 ekor, Ayam Kampung 21.429 ekor, Ayam Pedaging 11.105 ekor, dan itik 2.352 ekor.

    5. TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

      Sarana transportasi di Kecamatan Mangkutana sudah cukup memadai dengan sarana bus sebanyak 3 dan ojek 64. Komunikasi/Internet merupakan sebuah sarana yang sangat membantu khusus sarana Warnet sebanyak 4.

    6. PERTAMBANGAN DAN ENERGI

      Potensi bahan galian golongan C di Kecamatan Mangkutana meliputi batu/koral dan pasir. Desa yang terdapat jenis tambang galian ini adalah Desa Kasintuwu, Desa Margolembo, Desa Sindu Agung, Desa Wonorejo Timur dan Desa Balai Kembang. Listrik PLN sepenuhnya masuk di Kecamatan Mangkutana. Tercatat bahwa banyaknya keluarga pelanggan listrik terbanyak terdapat di Desa Maleku 617, Margolembo 597, dan Wonorejo Timur 580.

    7. PERDAGANGAN DAN HOTEL

      Di sektor perdagangan jenis perusahaan yang ada di Kecamatan Mangkutana hanya perusahaaan dengan skala kecil dengan badan hukum PT sebanyak 2 Perusahaan dan CV sebanyak 6 Perusahaan. Sedangkan jumlah Pasar terbesar ada 2 yaitu di Desa Wonorejo Timur dan Desa Margolembo.

    8. KEUANGAN

      Pada tahun 2016 di Kecamatan Mangkutana realisasi penerimaan dari Retribusi Daerah sebesar 132.421.256 rupiah. Nilai ini lebih dari target yang ditetapkan sebesar 129.532.000 rupiah. Penerimaan Retribusi tersebut semua berasal dari Retribusi IMB dan HO. Sementara realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kecamatan Mangkutana pada tahun 2016 mencapai 269.714.868 rupiah. Nilai ini dapat memenuhi target yang ditetapkan.

LUWU TIMUR TERKEMUKA 2021

Banner2017-1

Webmail
email_icon

Link Download

Banner 3  RPJMD 2016 - 2021
 Rencana Pembangunan
 Jangka Menengah Daerah
 Kab. Luwu Timur
data APBN  APBD | PERENCANAAN | JDIH
 Informasi APBD, Produk
 Hukum, Produk Perencanaan
 Kabupaten Luwu Timur
statistiklogo2  LUWU TIMUR DALAM ANGKA l PROFIL LUWU TIMUR
 Publikasi Tahunan yang
 Diterbitkan Oleh Dinas
 Komunikasi dan Informatika
 Kab. Luwu Timur
Koper-OK  DANA HIBAH DAN BANSOS 
 Publikasi Realisasi Penerima
 Dana Hibah dan Bantuan
 Sosial Periode Januari-
 Desember 2017
Koper-OK  DANA HIBAH DAN BANSOS 
 Publikasi Laporan
 Pertanggungjawaban Realisasi
 dan Penggunaan oleh Penerima
 Dana Hibah dan Bantuan
 Sosial T.A 2017

BAKOHUMASJ-fix

LPSEJ-fix

BPSJ-fix

Publikasi Informasi Pembangunan Daerah

Seluruh Informasi Pembangunan
Daerah Kabupaten Luwu Timur
seluruhnya lengkap disajikan
pada link di bawah ini

Publikasi Informasi Pembangunan Daerah

Artikel dan Infografis Narasi Tunggal

Lokakarya Peran Teknologi Keuangan
dalam Pembangunan, bertema

Fintech untuk Pembangunan
yang Inklusif dan Berkelanjutan

Gunakan tagar #fintech
(Narasi Tunggal 24 Mei 2017)

Unduh File Disini

fintech

SISTEM PERLINDUNGAN ANAK

Peraturan Daerah
Kabupaten Luwu Timur
Nomor 3 Tahun 2014

Tentang
Sistem Perlindungan Anak

[File unduh disini]

Pengarustamaan Gender

Peraturan Daerah
Kabupaten Luwu Timur
Nomor 2 Tahun 2018

Tentang
Pengarustamaan Gender
Dalam Pembangunan

[File unduh disini]

Ikuti Kami

 fb-icon twitter-icon icon YouTube

 SMS CENTER 0853 9403 6666